Monday, November 7, 2016

Sunday Service: "Tak Berkesudahan Kasih Setia Tuhan" - Pdt. Reggy Andreas - 06112016

Ratapan 3:18-27

Ketika mengingat Tuhan dan berkat-berkatNya, jiwa kita disegarkan. Dan ayat yang mengatakan tentang Rahmat-Nya yang tiada berkesudahan ada didalam kitab yang bernama Ratapan (ironis). Ini mengingatkan kita seberapa besar kesulitan di kehidupan kita, sebanyak apa ratapan kita, tidak ada yang sebesar kasih setia Tuhan dan pengharapan didalamnya.

Pada tahun 587 Sebelum Masehi, Bangsa Yehuda diserbu oleh Babel dan kota-kotanya dihancurkan. Orang-orang yang tersisa dibuang ke Babel. Ketika itu Nabi Yeremia menuliskan kitab Ratapan.

Saat Yeremia menuliskan kitab tersebut, pasal 1 - 4 ditulis dengan bentuk akrostik dimana setiap baitnya dimulai secara alphabetical dalam bahasa Ibrani (22 huruf) yaitu dari Alef sampai Taw. Seorang penafsir mengatakan puisi akrostik tersebut menggambarkan lengkapnya penderitaan umat Tuhan saat itu (A-Z lengkapnya). Seperti kegelapan yang begitu pekat seperti tidak ada harapan.

STRUKTUR KITAB - kitab Ratapan dapat dibagi sebagai berikut:

·  Pasal 1:1 - 22 Perkabungan umat - Yehuda ditinggalkan penduduknya karena perbudakan.
·  Pasal 2:1 - 22 Hukuman dan murka Allah atas umat-Nya 
·  Pasal 3:1 - 66 Ratapan dan harapan seorang yang berkabung
·  Pasal 4:1 - 22 Perbandingan dengan masa yang lalu
·  Pasal 5:1 - 22 Doa meminta pertolongan dan pemulihan

Di ayat yang ke 21,Yeremia mengatakan adanya pengharapan, "Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap" walau di ayat sebelumnya dia baru saja mengatakan jiwanya tertekan, "Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku." Apa yang kita lihat dengan mata jasmani di dalam kehidupan kita membuat kita tidak dapat melihat dengan mata iman, realita bahwa Tuhan selalu ada disana untuk kita.

Manusia saat ini selalu berfokus pada kekuatan diri sendiri dan kekuatan dunia. Hal ini yang semakin membuat kita tidak dapat melihat perspektif Tuhan. Sudahkah kita meletakan pengharapan pada Tuhan atau masihkah berharap pada harta atau dunia?

Di ayat 22 - 24 diawali dengan huruf ke-8 dalam bahasa Ibrani

"Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! "TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya."

1. Kasih setia merupakan attribut dan karakter Tuhan sendiri.

2. Kasih setia merupakan perjanjian Allah dengan umatNya. Allah yang memegang perkataanNya. Sesungguhnya Allah tidak perlu bersumpah untuk membuktikan bahwa Dia adalah Allah yang menepati janjiNya, namun sedemikian besar Dia mengasihi umatNya hingga Ia meyakinkan (blessed assurance) kita dengan mengikatkan diriNya kepada kita.

Ibrani 6:13 & 17 - 19
"Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya,"

"Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah, supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita. Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,"


Dalam kasih setia Tuhan yang tidak bersyarat bukan berarti tidak ada badai dalam kehidupan. Terkadang saat kita mengalami pencobaan, kita merasa Tuhan jauh dan tidak dipihak kita. Kita harus menyadari bahwa Tuhan adalah fondasi kita di saat kita diterpa badai.

3. "...selalu baru tiap pagi.." menunjukan Tuhan yang dengan rela begitu 'boros' memberkati kita. Betapa murah hatinya Tuhan untuk anakNya. Kasih setia Tuhan bukanlah kasih yang statik. Tuhan adalah Tuhan yang sangat terlibat dengan kehidupan anak-anakNya sampai hal terkecilpun. Dia bukan Tuhan yang hanya menunggu di garis 'finish', namun selalu ada didalam perjalanan kehidupan. Seperti ketika Israel keluar dari Mesir menuju ke tanah perjanjian, Tuhan selalu memimpin dan menjaga umatNya.

Mazmur 121:4 - 8
"Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam. TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya."

Bahkan ketika kita lupa denganNya pun Dia tidak meninggalkan kita. Dia bukan Tuhan yang cuek. Dia akan terus memanggil kita untuk kembali kepadaNya. Seperti Gembala yang baik yang akan terus mencari dombaNya yang hilang hingga didapatkan kembali. Dia Tuhan yang menemani kita melewati keadaan baik maupun buruk. Dia Tuhan yang tahu dan memenuhi kebutuhan kita, selalu up to date dengan kebutuhan kita.


4. "TUHAN adalah bagianku," Di tanah Kanaan pembagian porsi tanah Israel dibagi per suku (hanya orang Lewi yang tidak mendapatkan porsi tanah) dan tidak bisa ditukar kepemilikannya. Apabila kita menerima bagian dari Roh Tuhan saat kita percaya, kita menjadi harta kesayangan milikNya (tidak dapat ditukar) dan Tuhan menjadi bagian kita yang tidak akan pernah hilang. Sebaliknya, Dia pun harus menjadi harta kesayangan kita yang harus kita kejar. Bukan harta atau kenyamanan dunia namun Tuhan dan kekudusanlah yang harus kita kejar selama kita hidup. Bagaimana kita memperlakukan Tuhan? Adakah seperti harta kesayangan kita? Apakah kita mencariNya sebanyak kita melihat gadget kita setiap hari?

Bahkan sewaktu kita berdosa, Tuhan mencari kita dan membayar/menebus kita dengan darahNya. Pengorbanan yang sangat mahal bahkan tidak bisa kita beri harga. Kita yang sangat tidak layak ini dianggap semahal itu (worth saving) di mata Tuhan karena kita sudah menjadi bagianNya. Namun adakah kita menempatkan Tuhan sebagai bagian dari hidup kita? Adakah kita menghargai diri kita/sesama kita seperti Tuhan menghargai manusia?

Sunday, November 6, 2016

Personal Reflection - 06112016



I heard this story from yesterday's Sunday service over at GKY Central Park and I feel too blessed to be keeping it to myself. So here it goes...

There was an event for youth sometime ago, if I heard correctly, in which there was a time slot for a "Alone With God" moment. During that moment everybody was told to pick a spot away from each other and given a glass candle to be brought for their alone time with God. They were asked to think of the light of the candle as the presence of God in the dark. Afterwards they were given time to share their personal reflections to the crowd if they want to. One particular youth gave a beautiful reflection which I am glad the liturgist had forwarded to us yesterday. Instead of sharing a straightforward reflection this kid actually gave it a little twist with an enourmous meaning.. 

"What if I was the candle and God was the glass? The glass that kept the candle still and made the candle last. The glass that protected the fire from dying out because of the wind. The glass that made the light from the candle have a beautiful pattern around it..."

This made me ponder about my life as that candle. Have I ever felt tired or dismayed when serving God? I have been a candle with a small fire but the biggest ego. I have been acting without the glass because of the giant 'me' inside. I hardly ask God for His opinions as I go about my daily business. Forgetting the most important detail that I am able to do anything at all is because of His grace.
And what pattern am I making to my surroundings? I have been rude to my parents and I have been snarky and annoying to my friends at times, not counting the many people I have tripped because of my sins. Without that glass... that grace of God to cover me... I will not be a blessing to others and make beautiful patterns to my surroundings.

I thank God for the reminder. The fact that God still pokes my ego means He loves me enough to save me from straying. He loves me enough to be my glass and cover me with His blood. We are NOTHING and yet we are His most treasured possession..

Wednesday, November 2, 2016

Midweek Devotion: "The Servants God Uses" - Rev. Julius Medenblik - 02112016


Siapa yang bisa dipakai Tuhan dalam pelayanan?
Apakah hanya mereka yg memiliki talenta?
Siapa yang bisa dipakai untuk memajukan / pertumbuhan Gereja?

Kesimpulan: God uses ORDINARY people to do EXTRAORDINARY things for God

2 Raja-raja 5: 1-19 Tuhan memakai Naaman bagi pelayanan Tuhan

Latar belakang:
Nabi Elisa adalah nabi yang dipakai Allah setelah nabi Elia.
Nabi adalah seorang yang diurapi Tuhan untuk berbicara atas nama Tuhan

Siapa Naaman?
- Seorang kafir
- Seorang panglima raja Aram (terpandang dan disayangi tuannya)
- Tuhan memberikan kemenangan kepada Naaman (ayat 1)
- Seorang yang dipakai Tuhan sebagai alat untuk memberikan penghakiman
- Seorang yang menderita kusta (dalam zaman ini kusta bisa mengakibatkan kita terinfeksi dan meninggal).
*Setiap orang yang terkena kusta, ketika memasuki gerbang kota, dia harus berteriak “Kusta. Kusta. Kusta ….” supaya orang lain tidak mendekati dia dan nantinya dia akan diisolasi dan akhirnya meninggal. Waktu terkena kusta mungkin awalnya hanya ada tanda merah-merah. Kemudian coba diusap, jika tidak hilang, maka akan ditutupi dengan kain supaya tidak terlihat oleh orang lain (padahal kusta tersebut masih ada). Sama halnya seperti dosa. Seringkali kita menutup-nutupi dosa kita, tetapi sebenarnya dosa itu tetap ada.

Tuhan memakai orang biasa untuk pekerjaan Allah yang luar biasa. Dalam hal ini Tuhan memakai:

Yang pertama, Anak perempuan dari Israel (ayat 2-3)
(2) Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman.
(3) Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: "Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya."

Kalau ada alasan bari orang untuk tidak dipakai Tuhan, anak ini punya banyak alasan. Ia masih seorang anak, mungkin sekitar 8 – 9 tahun. Ia diambil dari tanahnya/negaranya dan bisa saja dijadikan hadiah atau budak. Menyeramkannya pasukan seperti dalam Habakuk 1: 8-9
(8) Kudanya lebih cepat dari pada macan tutul, dan lebih ganas dari pada serigala pada waktu malam; pasukan berkudanya datang menderap, dari jauh mereka datang, terbang seperti rajawali yang menyambar mangsa.
(9) Seluruh bangsa itu datang untuk melakukan kekerasan, serbuan pasukan depannya seperti angin timur, dan mereka mengumpulkan tawanan seperti banyaknya pasir.

Kemudian dia menjadi pelayan istri Naaman. Saat anak itu tahu Naaman terkena kusta, dia tidak bersyukur / merasa senang akan hal itu, tetapi dia memberitahu istri Naaman bahwa ada nabi di Israel yang dapat menyembuhkan kusta.
Kusta mengakibatkan hilangnya harapan, tetapi Tuhan memakai anak perempuan ini (tidak disebut namanya) untuk memberikan pengharapan bagi Naaman.

Kemudian Naaman memberitahukan kepada raja Aram dan Raja Aram menyuruhnya ke Israel, dan disertakan surat yang ditujukan kepada Raja Israel untuk menyembuhkan penyakit kusta pada diri Naaman. Saat itu Naaman membawa serta banyak persembahan, (10 talenta perak, 6000 syikal emas, dan 10 potong pakaian), karena pikirnya untuk sembuh, dia harus bayar harga dengan sangat mahal. Seperti memberikan persembahan kepada Allah Israel, seperti menyuap Allah untuk memberikan kesembuhan.
Perkenanan Tuhan itu tidak dapat diperjualbelikan. Itu semua adalah anugerah Tuhan.

Setelah membaca surat yang dibawa oleh Naaman, dia merasa ketakutan, kuatir tidak bisa menyembuhkan Naaman mengakibatkan raja Aram membunuh raja Israel. Nabi Elisa mengetahui hal tersebut, dikirimnya pesan kepada raja Israel supaya Naaman datang kepadanya. Kemudian Naaman pergi kepada Nabi Elisa dan disambut oleh orang suruhan Elisa. Saat itu Naaman merasa kecewa dan marah karena sejak awal Naaman memiliki ekspektasi bagaimana cara penyembuhannya (ayat 11)
Apakah kita pernah memiliki ekspektasi bagaimana seharusnya Tuhan menolong kita, kapan waktunya, dll?


Yang kedua adalah pegawai-pegawai, tidak disebutkan namanya (ayat 13)
(13) Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir."

Saat itu Naaman hendak kembali ke kotanya. Lalu pegawai-pegawainya (yang menghormati dan punya belas kasih kepada Naaman) bertanya kepada Naaman (bersifat menantang). Hal ini dipakai Tuhan untuk mengintervensi dan melembutkan hati Naaman.
Kemudian Naaman pergi ke Sungai Yordan dan mengikuti apa yang dikatakan oleh orang suruhan Elisa.
*Sungai Yordan merupakan sungai yang dipakai Tuhan dalam pelayanan pertamanya untuk membaptis orang. Baptis = dosa kita diampuni.
Apakah bisa tidak pakai sungai Yordan dan menggunakan sungai lain? Mengapa 7 kali? Apakah bisa kurang dari 7 kali?
BISA, tapi ingat Yesaya 55 : 8 – 9
(8) Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
(9) Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
Setelah 7 x, Naaman sembuh!
Respon Naaman: dia ingin memberikan persembahan kepada Elisa dan Elisa menolak karena perkenanan Tuhan tidak untuk diperjualbelikan. Kalau baca ayat selanjutnya, akan kita lihat, orang suruhan Elisa mengejar Naaman dan meminta sebagian persembahan Naaman (tanpa sepengetahuan Elisa) dan akhirnya kusta yang ada pada Naaman dilimpahkan pada orang suruhan Elisa.

Naaman mengakui Allah Israel (ayat 17) dan dia meminta tanah sebanyak muatan sepasang bagal supaya Naaman bisa memuji Allah Israel di tempatnya. Naaman tidak hanya beroleh pemulihan dari kusta, tetapi dipulihkan dari dosanya.
Dalam kisah ini ada orang-orang yang tidak disebutkan namanya (ordinary people) untuk menunjukkan kedaulatan Tuhan.
1. Anak perempuan yang imannya kuat
2. Pegawai-pegawai yang tidak tahu percaya / tidak

Tuhan memakai orang-orang yang biasa untuk menyampaikan pesannya.
(10) Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: "Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir."
* ada kata-kata harapan (akan menjadi tahir)
(13) Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir."
* ada kata-kata yang menantang

Naaman akhirnya menjadi pelayan Tuhan.
Sampai hari ini, Allah mau memakai orang yang biasa untuk pekerjaanNya yang luar biasa.
Tuhan mau memakai kita. Kita bisa bertanya pada Tuhan, “ Tuhan mau saya melayani siapa saat ini?”
Melayani tidak hanya hal-hal yang besar tapi bisa dimulai dari hal-hal yang kecil, seperti memberi makan, mendoakan pergumulan rekan yang belum percaya.
Tuhan bisa memakai hal kecil untuk pekerjaan Tuhan.

Apakah kita mau dipakai menjadi pelayan Tuhan?

Sunday Service: "Talk to God as Friends" - G.I. Hendra Sugianto - 30102016

Lukas 11: 5-8

Yesus mengumpamakan hubungan kita dengan Tuhan seperti seorang sahabat.


Ciri-ciri hubungan dengan sahabat:
- Kapanpun kita bisa datang kepadanya. (ayat 5)

 "Lalu kata-Nya kepada mereka: "Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti,"

- Apa saja yang kita minta, pasti diberikan (ayat 6-8). Tapi tentu saja, permintaan ini juga harus sesuai dengan kehendak Tuhan. Walaupun kita bisa menganggap Tuhan sebagai sahabat, tapi kita juga tidak boleh lupa bahwa Dia adalah Tuhan kita.

"sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara. Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya."

-bersikap tidak malu pada sahabatnya (ayat 8): artinya tidak gengsi-gengsian, karena sangat akrab dengan orang tersebut.

Tuhan selalu ada buat kita, bahkan ditengah malampun, Dia selalu ada.


Coba kita pikirkan 1 nama sahabat terbaik kita.
Pernahkah dia salah mengerti ucapan kita?
Pernahkah dia mengecewakan kita, tidak hadir sewaktu kita susah dan membutuhkannya?


Manusia bisa saja mengecewakan kita, walaupun dia sahabat baik kita. Tetapi Tuhan tidak akan pernah mengecewakan kita. Kita bisa yakin akan hal ini karena bahkan nyawa-Nya saja pun, Dia telah berikan bagi kita yang dikasihiNya.

Sunday Service: "Spiritual Gifts and Spiritual Maturity" - Pdt. Souw Suharwan - 30102016

1 Korintus 14
Sebuah organisasi bila tidak ada koordinasi dan komunikasi, tujuan yang baik pun bisa menjadi runyam karena tidak efficient dan effective.

Sambungan dari pasal 12 sebenarnya langsung kepada pasal 14. Namun kenapa paulus selipkan pasal 13 yang bertemakan kasih? Karena paulus ingin mengingatkan kembali betapa pentingnya kasih dalam sebuah organisasi untuk bisa berjalan dengan baik.

Paulus disini menekankan kepada jemaat Korintus untuk mengejar karunia-karunia Roh terutama karunia bernubuat karena karunia tersebut untuk membangun jemaat dan bukan untuk dirinya saja. (ayat 2-5)

"Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur. Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat. Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun."

Contoh: Karunia bahasa Roh seharusnya diucapkan secara bergiliran dan diterjemahkan maka akan membangun jemaat. Namun yang terjadi adalah kekacauan karena dipakai secara berbarengan karena banyak yang menyalahgunakan bahasa Roh untuk saling menonjolkan diri karena merasa diri lebih rohani dari yang lain karena mempunyai karunia tersebut. (ayat 27)

"Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya"

Orang yang menggunakan karunianya berdasarkan dan bermotivasikan kasih merupakan orang yang dewasa rohaninya. Karunia dipergunakan untuk kepentingan bersama bukan untuk diri sendiri atau untuk menaikan ego seseorang. Ketika karunia tidak dipergunakan secara baik dan benar maka bukan menjadi berkat bagi jemaat, malah menimbulkan kekacauan dan menjadi batu sandungan.

Gereja hadir untuk menjadi berkat bagi masyarakat disekitarnya. 

Orang yang dewasa rohani menggunakan karunia rohaninya untuk melayani orang lain.Tiap-tiap orang harus mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan. Persembahan yang berupa apakah? Persembahan yang beragam yang sesuai dengan karunia-karunia yang diberikan Tuhan kepada mereka.  (ayat 26)

"Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun."


2 Korintus 8-9 - Jemaat Korintus merupakan jemaat yang kaya, baik dalam karunia rohani maupun harta benda. Pada saat itu Yerusalem sedang berada dalam kesulitan karena tekanan. Dan jemaat Korintus seharusnya mengumpulkan persembahan untuk Yerusalem, namun Paulus melihat setelah satu tahunpun persembahan itu tidak terkumpul. Dan Paulus mengingatkan mereka untuk melihat jemaat Makedonia yang walau jemaatnya lebih miskin dari mereka, tetap mempersembahkan dari apa yang mereka mampu berikan.

Begitupun kita sebagai jemaat, sudahkah kita melakukan tugas kita dalam meluaskan kerajaan Allah? Kita dapat mempersembahkan dalam bentuk doa, daya ataupun dana. Ladang begitu luas namun pekerja sedikit. 

End of Week Devotion: 2 Korintus 12:1-10 - 15102016

Paulus tidak bermaksud memegahkan diri atas penglihatannya, ayat 2-4 (padahal orang itu adalah dia)

"Aku tahu tentang seorang Kristen ;   empat belas tahun yang lampau entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya orang itu tiba-tiba diangkat  ke tingkat yang ketiga dari sorga . Aku juga tahu tentang orang itu, entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya. ia tiba-tiba diangkat  ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia."

Fokus Paulus BUKAN bermegah atas pengalaman ajaib yang dialami, TAPI ia bermegah dalam kelemahan (atas duri dalam daging) karena didalam kelemahanlah kuasa Tuhan menjadi sempurna.

Setiap kita diizinkan mengalami kelemahan yang menghambat dalam pelayanan (sakit, permasalahan keluarga, pekerjaan, kebiasaan2-kebiasaan buruk)

Sikap Paulus:
1. Sadari kelemahan 
2. Sungguh-sungguh mendoakan dan menggumulkan kelemahan itu (ayat 8)

"Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku."

3. Paulus senang, suka dan rela (puas akan kasih karunia Tuhan kepadanya) --> bukan sesuatu yang mudah (ayat 9,10)

"Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat."


Apa yg menyebabkan Paulus bisa bersikap demikian :
Sikap Paulus dipengaruhi dari pemahaman akan tujuan Tuhan dalam hidupnya. Paulus punya potensi yang luar biasa yang bisa membuatnya sombong, tetapi justru Tuhan izinkan kelemahan itu terus ada supaya Paulus bisa hidup dalam keseimbangan, dan Paulus terus bersandar pada kuasa Allah saja.

Wednesday, October 26, 2016

Midweek Devotion: "Sola Gratia" - G.I. Ronald Oroh - 26102016

Latar belakang Sola Gratia:
Di zaman Martin Luther ada surat pengakuan dosa. Luther merasa aneh dengan surat pengampunan dosa yang bisa dibeli dengan uang.

Efesus 1
1. Anugerah dari Allah Bapa (ayat 3-5). Kristus mengaruniakan segala berkat rohani di dalam Surga. Berkat apa? Kita dipilih sebelum dunia dijadikan. kita menjadi orang-orang pilihan yang diselamatkan (predestinasi)
Apa pilihan itu ada dasarnya? Apabila dikatakan karena Allah punya pra-pengetahuan (mengetahui segala sesuatu sebelum terjadi, hingga Dia bisa tahu siapa yg akan berbuat baik dan percaya kepada Dia, dll). Tapi kalau betul begitu, maka ayat Efesus 1:4 ini seharusnya bukan dilanjutkan dengan kata "supaya" tetapi kata "karena" kita kudus dan tak bercacat.

Tapi justru kita dipilih supaya kita menjadi kudus dan tak bercacat. Maka pemilihan ini ada syaratnya: orang berdosa (bukan orang suci). Dia pilih sesukaNya (ayat 5: sesuai dengan kerelaan kehendakNya)

Tujuan pemilihan:
- Supaya kudus dan tak bercacat (ayat 4) 
Justru karena pengetahuan Allah, Dia tahu semua manusia akan berdosa maka ada yang harus dipilih.
Kapan kita bisa benar-benar kudus dan tak bercacat? Kalau sudah meninggal.

- Menjadi anak-anakNya (ayat 5): bukan jadi anak-anaknya Tuhan Yesus. Tapi jadi anak-anak dari Allah Bapa. Kita saudara dari Yesus (Dia sulung, kita saudaraNya) dan kita juga diadopsi oleh Allah Bapa. Memang salah satunya kita menjadi anak Allah adalah melalui karya keselamatan Yesus tapi kita bukan menjadi anak Yesus.

- Memuji kasih karuniaNya yang mulia (ayat 6)
Bukan untuk menyombongkan diri kalau kita orang pilihan, tapi mengembalikan kemuliaan bagi Allah Bapa yang sudah memilih kita. Tujuan ini tidak berujung untuk diri kita sendiri, tapi seringkali didalam doa kita itu bisa berbeda.

* Mengapa kita datang berdoa? Seringkali kita berdoa hanya untuk urusan-urusan kita. Apakah karena kita terlalu perduli dengan diri sendiri sehingga doa kita isinya lebih banyak tentang diri sendiri, keluarga kita. Doa itu seharusnya bukan bagimana supaya permintaan kita yang dikabulkan tapi tentang bagaimana kehendak Bapa yang dinyatakan. 

Anugerah keselamatan bukan hanya dari oknum pertama Tritunggal, Allah Bapa

2. Anugerah dari Yesus (ayat 7-8, 12)
Anugrah dari Allah Anak, apa yang dilakukan Yesus? 
- Penebusan oleh Yesus (ayat 7)
Penebusan yang terbatas. Yesus tidak datang untuk menebus semua dosa manusia, tetapi hanya orang-orang yang dipilih oleh Bapa didalam diriNya.
Kata-kata "Semua" yg dipakai di alkitab dalam bahasa yunani, mempunyai 2 arti:
a. semua individu manusia
b. semua golongan/jenis manusia
"semua" yang dimaksudkan disini adalah arti yang kedua. Karena dalam Matius 1:21 dikatakan Dia datang bagi umatNya.

Tujuan penebusan:
- pengampunan dosa (ayat 7)
Sebelum kita lahir, dosa kita sudah ditebus semuanya. Karena Yesus bukan datang 1tahun sekali untuk tebus dosa kita, tapi datang sekali untuk tebus semuanya.

lalu buat apa doa minta ampun bila sudah ditebus? Justru karena kita sudah ditebus, maka kita perlu minta ampun agar kita sadar bahwa kita adalah orang berdosa dan dosa sayalah yang ditebus oleh Kristus.

- mempersatukan didalam Kristus sebagai kepala (ayat 10)
Penebusan bukan hanya sekedar untuk pengampunan dosa. Lalu boleh berbuat dosa semaunya? Tidak, kita bukan bebas sebebas-bebasnya.
Kata penebusan yang dipakai Paulus ada dalam konteks perbudakan. Ada budak yang dapat upah. Kalau budak dapat upah, tidak bisa langsung dikasih ke budak karena upah itu nanti malah jadi milik tuannya (karena budak itu milik tuannya). Maka dia titipkan upah itu ke imam dewanya di kuil yang dia percaya sampai upahnya cukup untuk bisa beli dirinya dari tuannya. Tapi kemudian dia jadi milik dewanya karena uang itu sudah dititip kepada dewanya dan menjadi milik dewa itu.

Kita ditebus dari hamba dosa, untuk diambil menjadi hamba Kristus. Maka hidup kita tidak boleh sembarangan karena kita harus tahu apa mau tuan kita, Kristus atas hidup kita. Dia tebus kita untuk apa? Bukan kita yang mengatur Dia, tapi Dia yang mengatur kita.

* Jadi mengapa kita berdoa? Apa kita mau semakin kenal pribadi Tuhan? Apa dunia dan isinya atau Tuhankah yang menjadi fokus saya? Bukan jalan keluar dari masalah yang lebih penting tapi karena kita mau lihat bagaimana Tuhan bekerja.

- mendapat bagian yang dijanjikan (ayat 11)
- menjadi puji-pujian bagi kemuliaanNya (ayat 12)

3. Anugerah yang diberikan oleh Roh Kudus (ayat 13-14, Yohanes 3:5-7)
Anugerah dari Allah Roh Kudus 
Kita mati secara rohani, kita percaya karena dilahirkan kembali
- dilahirkan kembali dan dimateraikan
Karena dilahirkan kembali oleh Roh Kudus maka baru bisa percaya. Jadi bukan kita yang memilih dan bisa percaya tetapi Roh Kudus yang lebih dahulu melahir-barukan kita.

Tujuan dilahirbarukan dan dimaterai:
- supaya waktu mendengar firman, bisa diselamatkan (ayat 13)
- jaminan kekal untuk dapat keselamatan secara penuh (ayat 14)
- dimaterai agar tidak akan kehilangan keselamatan (ayat 13-14). 
Karena dimaterai oleh Roh Kudus. Sudah dipilihpun dalam kekekalan (tidak akan berubah sama skali)
- untuk memuji kemulianNya (14)



Keselamatan itu anugerah (Efesus 2:8-10)
Allah Tritunggal yang melakukan karyaNya atas hidup kita.
- pemberian Allah tritunggal (ayat 9)
- tanpa usaha manusia (ayat 8-9) 
Maka dari itu apapun yang kita lakukan, kembalikan semua untuk kemuliaan Tuhan.
- jangan sombong (ayat 9)
Karena tanpa anugrah, orang mempunyai skill seperti apapun, tetap tidak akan berkembang.
- untuk melakukan pekerjaan/perbuatan baik (ayat 10). Tidak cukup hanya bersyukur, tetapi mau melakukan pekerjaan yang dirancang oleh Dia, sehingga orang yang melihat hidup kita memberikan puji-pujian untuk Tuhan.